HRD – Pengertian, 4 Tanggung Jawab, dan Gajinya

HRD – Selama ini, pernahkah Anda bertanya-tanya tentang HRD? Mulai dari apa sih HRD itu, apa tanggung jawabnya, hingga gajinya? Pasti pernah lah ya. Selain kerap bertanya-tanya tentang hal tersebut, tidak sedikit yang berpikiran, bahwa menjadi posisi tersebut adalah hal yang sangat mudah.

Karena pekerjaannya hanya mewawancarai calon karyawan. Ia kan? Padahal sebenarnya, di pundak posisi tersebut terdapat banyak tanggungjawab yang sangat rumit loh. Karena tanggung jawabnya bukan hanya sekedar mengurusi wawancara Anda saja. Supaya lebih jelas, yuk kenali berbagai hal yang berkaitan dengan HRD.

Pengertian HRD

(Foto : CariGaji.com)

HRD memiliki posisi yang sangat vital dalam sebuah perusahaan. Ia merupakan singkatan dari Human Resources Development. Di mana, pekerjaannya akan mencakup banyak hal. Salah satunya adalah pengembangan Sumber Daya Manusia di dalam sebuah perusahaan.

Selain itu, ia juga akan membantu perusahaan mengembangkan tenaga-tenaga kerjanya dengan menyusun berbagai program. Jadi, yang kelihatannya hanya sebagai ‘tukang wawancara’ saja, adalah orang yang paling penting di dalam sebuah perusahaan ya. Tujuannya jelas, yakni demi meningkatkan kinerja perusahaan dan efektifitas perusahaan.

Seorang Human Resources Development juga tidak banyak berjibaku dengan sarana prasarana ataupun alat produksi, karena focus pekerjaannya ada pada bagaimana caranya memberikan perlakukan kepada semua pegawai. Hal inilah yang akhirnya banyak orang menyamakan posisi ini dengan bagian personalia. Padahal jelas, bahwa keduanya adalah ‘beda’. Di mana, personalia ini mempunyai kegiatan seputar administrasi saja.

Tanggung Jawab HRD

(Foto : CariGaji.com)

Apa saja tanggung jawab seorang HRD? Banyak. Berikut rangkuman jabatan situs CariGaji.com akan membahas yang umum saja ya.

1. Merekrut Karyawan Baru

Tanggung Jawab yang pertama adalah merekrut karyawan baru. Sebagaimana yang ada di dalam pikiran Anda. Berdasarkan berbagai pengalaman, mencari dan menemukan seorang karyawan yang tepat bukanlah hal yang mudah. Apalagi memiliki tanggung jawab di dalamnya.

Di mana, ketika seorang HRD sampai salah dalam memilih orang dan memasukkannya ke dalam perusahaan, tentu akan menjadikan boomerang baginya. Hal inilah yang menjadikan posisi tersebut pasti akan sangat tegas, lugas, dan sedikit garang ketika mewawancarai calon karyawan.

Sebab jika sampai salah pilih, ia akan merasa bersalah Karena telah merekrut orang yang salah. Proses rekrutmennya dimulai dari mengidentifikasi kebutuhan perusahaan dengan cara menentukan kriteria, karakter, dan lain sebagainya. Kemudian membuat deskripsi pekerjaan yang ingin direkrut, mulai dari tugas, gaji, kualifikasi, dan lainnya.

Ini hanyalah sebagian kecil proses perekrutan karyawan baru. Karena aslinya masih banyak prosedur lainnya. Yang mana, seluruh prosedur tersebut adalah tanggung jawab seorang HRD secara penuh. Sehingga gagal dan sukses bisa saja tergantung dengannya.

2. Mempekerjakan Karyawan yang Tepat

Tanggung Jawab yang kedua adalah dengan mempekerjakan karyawan yang tepat. Jadi, selain bertanggung jawab dalam merekrut karyawan baru, ia juga menjadi pihak yang memiliki tanggung jawab untuk memutuskan siapakah yang pantas untuk mengisi posisi yang masih kosong.

Data-data rekrutmen yang sudah didapat akan digunakan untuk menentukan sosok yang layak mulai bekerja di perusahaan. Dan dalam hal ini, ia mesti memiliki pemahaman yang baik dalam menganalisis. Hal ini agar prinsip the right man on the right place dapat terwujud. Dan sebenarnya, terdapat berbagai macam jenis tes yang bisa diketahui.

3. Menyusun dan Memperbaiki Kebijakan

Tanggung jawab berikutnya adalah menyusun dan memperbarui kebijakan. Dalam menyusun dan memperbaiki kebijakan, ia akan ditemani dengan penentu kebijakan yang lain. Demi meningkatkan SDM di perusahaan, seorang HRD meski bisa memberikan berbagai pertimbangan yang baik.

Tidak hanya itu, ia juga harus memberikan usulan setiap tahunnya kepada perusahaan dalam hal meninmbang kebijakan yang baru. Adapun keberadaan kebijakan baru ini perlu diadakan, karena biasanya dibuat ketika ia menemukan peristiwa ataupun kejadian yang belum terdapat dalam kebijakan perusahaan. Inilah alasannya mengapa orang-orang yang mengisi posisi ini adalah orang-orang yang mengerti hukum.

4. Menegakkan Tindakan Disipliner

Yang berikutnya adalah menegakkan tindakan disipliner. Nah, aturan yang ada di dalam sebuah perusahaan bukan hanya sebatas tulisan atau coretan belaka yang bisa dengan mudah disepelekan oleh karyawan. Maka, agar setiap karyawan on the track, seorang HRD meski menegakkan tindakan disipliner ini.

Adapun tindakan yang bisa diambil adalah dengan memberikan teguran kepada siapa yang melanggar, kemudian melakukan bimbingan dan konseling demi kebaikan karyawan dan perusahaan, sehingga memberikan sanksi.

Gaji HRD

(Foto : CariGaji.com)

Di balik tanggung jawabnya yang luar biasa, kira-kira berapakah gajinya? Nah, kalau di Indonesia, posisi HRD ini akan dibagi menjadi dua. Ada staf dan ada Manajer. Di mana, keduanya mempunyai gaji yang berbeda. Kalau levelnya masih staf, maka gaji yang diperoleh per tahun 2021 bulan Januari adalah Rp. 4.474.189.

Dan menariknya adalah, kota yang rata-rata gaji HRD nya terbesar adalahg Kota Palembng, yang angkanya di atas 6 juta. Sementara gaji seorang manajer adalah Rp. 7.847.529. Tapi, di beberapa kota ada juga yang besarannya itu lebih dari belasan juta. Misalnya adalah manager di Bekasi yang rata-rata menerima gaji Rp. 15 juta. Dan angka tersebut masih belum termasuk tunjangan, fasilitas, dan bonusnya ya.  

Gimana, kamu berminat jadi HRD? 

Tinggalkan komentar